Di manakah masa depan kita? Cari dan temukan jawabannya di wajah anak-anak kita.

Ketika orang-orang yang memikul tanggung jawab atas anak-anak berpikir bahwa mereka tak bisa mengupayakan sebuah masa depan, atau bahkan tidak mempedulikannya: anak-anak tahu. Tak harus mendengar untuk mengetahuinya. Mereka bisa mengetahuinya. Mereka menembus hati dan pikiran orang-orang dewasa, dan ketika mereka membaca apa yang ada dipikiran orang-orang yang mereka andalkan, saat itulah mereka mulai mengubur mimpi dan angan-angan mereka.
Seharusnya kita menyadari bahwa kita tak harus merampas harapan itu walau bagi kita sendiri harapan itu kelihatan mustahil. Mujizat itu masih ada sampai sekarang ini, dan setiap harapan membawa mujizat.

Bukanlah kemampuan ekonomi yang akan memberikan sebuah masa depan bagi anak-anak, tetapi sebuah pendidikan yang baik, yang tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di dalam keluarga dan lingkungannya. Pendidikan itu akan membuatnya menjadi seorang anggota masyarakat yang bertanggung jawab atas dirinya dan atas masyarakat itu sendiri.

Karena kemapanan ternyata tidak bisa menjamin masa depan, maka kekurangan pun tak harus mengambil itu dari mereka. Kita bukanlah memberi mereka materi, namun kalau juga kita memberinya, janganlah pemberian kita terhenti sampai di situ. Kita harus memberi mereka harapan dan masa depan, itu yang lebih penting. Harapan dan masa depan anak-anak kita adalah kehidupan masyarakat kita nanti.

Karena itu, tidak hanya orang tua yang memikul tanggung jawab untuk memberikan hak anak-anak dalam hal memperoleh pendidikan, tetapi masyarkat juga memikul tanggung jawab yang sama. Hal yang memprihatinkan selama ini adalah, kita telah mengabaikan tanggung jawab itu dan merugikan banyak anak-anak kita, merugikan masa depan kita sendiri.

Tetapi sekarang kita adalah unit komunitas yang telah menyadari kekhilafan kita yang lama, dan kita telah memberi bahu kita untuk memikul tanggung jawab bagi kemajuan bersama dan sebuah masa depan yang lebih baik. Mari bersama-sama bangun pendidikan kita, bangun masa depan anak-anak kita, kelak ketika kita menjadi tua, ada orang-orang yang dapat diandalkan untuk mengurus diri kita dan dunia yang dititipkan Tuhan bagi kita.
Filosofi FPPT
Tidak sekedar mengajarkan anak tentang ilmu pengetahuan tetapi memberikan visi yang membuat seorang anak menyadari bahwa ia mempunyai tujuan untuk sebuah masyarakat yang lebih baik di masa depan.

Dasar pelayanan: kasih. Yesus mengasihi anak-anak.

Tujuan dalam pelaksanaan kursus
Menularkan:
Penghargaan terhadap diri sendiri
Kepedulian terhadap bahasa daerah
Motivasi untuk mencapai cita-cita.

Kalau aku terus membantu dalam segala keterbatasan ini
Aku tahu pasti bahwa jumlah orang-orang tamak di dunia ini akan berkurang Satu
Kalau aku berhenti membantu anak-anak itu, satu hal yang kutahu pasti adalah jumlah orang-orang tamak di dunia ini akan bertambah satu.

PROGRAM-PROGRAM

PROGRAM PENGEMBANGAN KUALITAS
1. Kursus-Kursus
Kursus Bahasa Inggris
Menyadari pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi internasional, FPPTSi Tou Timou Tumou Tou menyelenggarakan kursus bahasa Inggris gratis (tanpa pungutan biaya apapun) bagi APS dan PKM. Pengajarnya bersertifikat TOEFL dengan qualified score, mahasiswa senior program studi Bahasa Inggris dan yang mempunyai skill di bidang ini. Mereka adalah orang-orang yang secara sukarela (volunteer) memberi diri menjadi saluran ilmu pengetahuan.
Kursus Komputer
Banyak APS dan PKM yang cenderung asing dengan perkembangan teknologi, terutama penggunaan komputer. Pada hal, di era sekarang ini penguasaan komputer tidak hanya dibutuhkan tetapi telah menjadi tuntutan. Kerena itu, FPPTSi Tou Timou Tumou Tou menyelenggarakan kursus komputer gratis (tanpa pungutan biaya apapun) bagi APS dan PKM. Pengajarnya adalah sukarelawan yang telah membidangi komputer dan berpengalaman bekerja dengan komputer bertahun-tahun.
* Saat ini dengan satu unit computer FPPTSi Tou Timou Tumou Tou berusaha memberikan keterampilan mengoperasikan computer kepada kurang lebih 68 anak dalam satu minggu. Kami terus berharap dan terus mendoakan supaya nantinya akan ada beberapa unit lagi supaya pembelajaran bisa lebih efektif. Selain itu, computer juga dijadikan media untuk mendorong dan mengembangkan minat belajar para peserta program.
2. Kelas-Kelas
Kelas Belajar
Untuk PKM
Kelas belajar untuk pelajar bersifat pendampingan studi untuk membahas pelajaran di sekolah yang kurang dipahami.
Untuk APS
Kelas belajar untuk APS diarahkan pada keterampilan membaca dan berhitung termasuk pengetahuan umum sebagai persiapan untuk menghadapi ujian paket A, B dan C.
Kelas Budaya
Kelas budaya mengakomodasi bahasa daerah Toulour, seni dan filsafat Minahasa. Untuk kelas budaya, kami menghadirkan pelaku budaya, pakar budaya atau ahli sejarah Minahasa.
Pelatihan Keterampilan
Dalam kelas khusus pelatihan keterampilan, APS dan PKM diajarkan ke-terampilan-keterampilan, seperti menjahit, merajut, merangkai bunga, mengemudi, pertukangan, berkebun, dll. Pelaksanaannya diupayakan secara mandiri dan/atau dalam kerja sama dengan pemerintah (dinas terkait) dan organisasi yang memiliki minat dan tujuan yang sama.

PROGRAM BANTUAN PENDIDIKAN
1. Orangtua / Saudara Angkat
Program Orangtua / Saudara Angkat merupakan sebuah usaha bersama untuk membantu sesama. Program ini bersifat mapalus dengan sasaran para pelajar yang berlatar belakang ekonomi lemah. Melalui program ini, masyarakat dari segala lapisan dapat mengambil bagian dalam penyelesaian studi para pelajar yang dari segi finansial kurang mampu memenuhi tuntutan studinya.
Dua komponen dalam program ini adalah:
Orangtua / Saudara Angkat (O/SA), dan
Anak / Saudara Angkat (A/SA)
O/SA adalah orang-orang yang menopang kelangsungan studi A/SA dengan cara memberi sumbangan sukarela perbulan, yang jumlahnya ditentukan dalam sebuah komitmen pribadi.
A/SA adalah individu pelajar Sekolah Dasar (SD) sampai Perguruan Tinggi (PT), yang berlatar belakang ekonomi lemah, yang mempunyai semangat dan kemauan untuk menempuh pendidikan yang maksimal, dan yang menerima sumbangan dari O/SA.
Dana yang terkumpul bagi setiap A/SA adalah ‘dana abadi’ bagi kelangsu-ngan studinya. Setelah menyelesaikan studi, jika terdapat sisa dana, maka dana tersebut akan dialihkan kepada A/SA yang lain yang paling memerlukannya. Demikian juga, jika oleh satu dan lain hal A/SA tidak dapat melanjutkan studi, dana yang tercantum untuk biaya studinya akan dialihkan kepada A/SA yang lain yang paling membutuhkan. O/SA akan mendapat pemberitahuan jika A/SA yang ditopangnya telah berhasil menyelesaikan studi ataupun berhenti/tidak bisa melanjutkan studi oleh suatu alasan yang harus diketahui oleh O/SA.
*Saat ini kami masih bergumul dengan peserta program yang punya potensi untuk melanjukan studi ke jenjang Perguruan Tinggi namun terhalang oleh biaya. Sementara upaya-upaya bantuan yang masih sangat terbatas datang dari para pengurus yang memang tidak mempunyai banyak namun rindu untuk berbagi. Kami berharap suatu hari nanti kita dapat membangun sebuah institusi pendidikan dari Pre-School sampai universitas yang tak harus membayar.
2. Marketing Cell Group (MCG )
MCG adalah sebuah program yang dirancang untuk melatih PEL tentang marketing sekaligus memberi kesempatan kepada mereka untuk mengusahakan dana pendidikan mereka sendiri. Dalam program ini, PKM membentuk kelompok kecil/cell group (2-3) orang dan melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang mendatangkan income.

PERPUSTAKAAN SWADAYA KEBUN BUKU
Kebun Buku adalah perpustakaan swadaya yang bertujuan untuk mengembangkan minat baca dan menulis APS dan PKM, sekaligus sebagai wadah kreatifitas dan pengembangan diri.
Kebun Buku adalah model perpustakaan yang mudah diakses—seperti perpustakaan di rumah sendiri—yang menawarkan kesenangan membaca dan belajar. Di Kebun Buku selalu ada kakak-kakak yang akan dengan senang hati mencarikan buku-buku bahkan menemani anak-anak dalam mengeksplorasi ilmu dan dunia lewat buku.
Buku-buku yang ada disumbangkan oleh masyarakat, bahkan anak-anak peserta program dengan senang hati menyumbangkan buku-buku untuk perpustakaan KEBUN BUKU. Saat ini sudah terdapat kurang-lebih 300 judul buku dan berbagai jenis majalah, dan kami terus memotivasi masyarakat untuk gemar membaca sebagai tanda bahwa kita hendak membuat kemajuan dan perubahan.

Bulletin PALAKAT
FPPTSi Tou Timou Tumou Tou lewat Bidang Media dan Informatika menerbitkan PALAKAT, Bi-Month Bulletin, yang menyoroti berbagai isu yang ada di tengah masyarakat, menyosialisasikan hak-hak anak, bahasa daerah, kesehatan anak, pemberdayaan masyarakat, pengembangan karakter bangsa, dan banyak hal positif lainnya. Bulletin ini dibagikan kepada masyarakat secara cuma-cuma.
Tema Bulletin PALAKAT: Januari-FEbruari: Bahasa Daerah Lahir Kembali. Maret-April, Lawan Trafiking Perempuan dan Anak. Mei-Juni: Pendidikan adalah Hak Anak. Juli-Agustus: Merdeka dari Kemiskinan dan Kebodohan. September-Oktober: Keutuhan Ciptaan. November-Desember: Perang Melawan AIDS.

TK RUMAH
Menyadari bahwa potensi pengembangan anak ada pada usia 0-5 tahun, maka FPPTSi Tou Timou Tumou Tou lewat Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia mengembangkan program TK-RUMAH yang mengajak orangtua yang mempunyai anak-anak pra-sekolah untuk membuka “sekolah” sendiri di rumah. FPPTSi Tou Timou Tumou Tou memberikan panduan dan bahan-bahan pelajaran lewat Bulletin PALAKAT.